Gw hampir batal nonton JJF tahun ini karena
partner gw lagi pada sibuk mengejar
granus April sehingga tidak dapat direcoki dengan nonton festival musik ini, untungnya di awal Februari gw berhasil membujuk Pepe dan Nana untuk menemani ke festival ini. Iya,
The coming back of Lake Mabprachan Trio. Berbekal tiket student price, maka berangkatlah kita pada hari Sabtu 3 Maret 2012 ke venue JJF sambil mengantongi jadwal yang ditulis di sobekan amplop karena Pepe meninggalkan print out jadwal di rumah.
Sesampainya di venue kita langsung nonton
Depapepe, disini gw setuju sama peraturan panitia yang baru dimana ORANG YANG BAWA SLR DIHARAP MOTO DARI BAGIAN PINGGIR ATAU BELAKANG. Akhirnya panitia mengerti bahwa para fotografer jadi-jadian yang nonton di depan itu sangat
annoying. Duo Miura dan Toku dengan additional
percussion dan
keyboard muncul ke atas panggung dengan gaya khas orang Jepang (
model baju tabrak lari-kawin silang red.). Miura sangat ramah dan atraktif, dia berusaha keras berinteraksi dengan penonton menggunakan bahasa Inggris patah-patah dan Bahasa Indonesia hancur-hancuran yang kemudian disambung dengan cerocosan Bahasa Jepang yang gw ga ngerti apaan. Singkat kata seperti bule mabok. But one thing for sure, their performance was jawdropping! They're awesome and talented. Mereka banyak memainikan lagu dari album baru mereka, tapi menutup konser dengan
START yang membuat kita goyang kegirangan. Setelah itu mereka membawakan
Summer Parade sebagai
encore. Sewaktu penonton bersiap meninggalkan venue, tiba-tiba si Miura berteriak di
mic "ANO~! FUH-REEZE! STOP!", yang gw pikir nih bule mau apa lagi, ternyata dia minta difoto bareng penonton dengan gaya Jepang asik-nya. He is so funny!
Setelah itu kita lari ngejar show
Bobby McFerrin si raja beat-boxing. Untuk yang gak tau doi siapa, dia adalah penyanyi
Don't Worry Be Happy. Dia kolaborasi dengan penari topeng dan pemain gendang. Setelah itu dia juga beat-boxing bareng penyanyi yang berada di tengah-tengah penonton, dengan berbagai jenis musik dari seriosa sampai hip hop. Bobby menunjukkan kemampuan dia mengeluarkan berbagai jenis suara alat musik dengan bermodal pita suara saja dan dia menggunakan detak jantungnya untuk menjaga tempo. Sungguh keren. Untuk orang yang ga suka musik tanpa penyanyi mungkin ga akan suka performance seperti ini.
Performer ketiga yang kita tonton adalah
Dolf de Vries Trio ft. Madeline Bell, sebuah band dengan vokalis cewek negro dengan karakter suara yang kuat dari New Jersey. Mereka memainkan lagu-lagu jazz standard seperti
Georgia on My Mind dan
I Will Survive.
Sambil menunggu Dave Koz, kita nonton
Robert Randolph and The Family Band yang memainkan jenis musik
funk and soul. Bahkan gw baru tahu bahwa lagu
Ain't Nothing Wrong with That sering digunakan sebagai soundtrack film dan seri seperti
The Game Plan dan
Grey's Anatomy. Sebenernya permainan mereka sangat bagus, tapi karena tidak begitu terkenal di sini jadi banyak penonton yang hanya duduk-duduk sambiil menikmati musik. Dan entah apa yang ada di pikiran panitia atau band tersebut, tiba-tiba ada segerombolan cewek gajelas naik panggung dan joget-joget sehingga menyebabkan sakit mata bagi penonton.
Karena acara ngaret sampai 1 jam, kita sempet salah masuk venue yang awalnya kita kira Dave Koz, ternyata
Mamas Gun. Kita hampir jantungan ketika mereka muncul dengan vokalis kribo mengenakan celana ketat warna pink. Setelah bertanya sama panitia yang dodol dan bilang kalau yang manggung ini adalah Dave Koz (pantat lo dave koz), ternyata Dave Koz baru akan main habis ini. Ini adalah saat yang tepat untuk pentung mas-mas panitia sotoy tersebut. Permainan si Mamas Gun ini cukup bagus dengan mengusung aliran
funk and soul walaupun di beberapa lagu terlalu nge-pop. Tapi paling tidak lagu andalan mereka
Pots of Gold dimainkan dengan sangat apik.
Akhirnya artis yang ditunggu muncul juga, yaitu
Dave Koz! Dengan semangat menggelora show diawali dengan lagu
Keliru yang dia aransemen di album
The Dance. Dengan
stage act yang keren dan atraktif Dave berhasil memukau penonton. Di tengah show Peter F. Gontha naik ke panggung dan memberikan penghargaan kepada Dave berupa
Hall of Fame JJF. Dave banyak memainkan lagu barunya, walaupun lagu-lagu andalan dia seperti
Together Again tetap dimainkan. Setelah bercanda dengan penonton dengan berkata, "My fave artist is Ayu Tingting and my hero is Briptu Norman", dia duet bareng
Phil Perry! Setelah itu Dave kolaborasi dengan musisi jalanan dari Bandung bernama limatujuh kustik. What an awesome show! Terimakasih JJF dengan tidak membuat Dave Koz
special show!
Selanjutnya kita nonton
G-Pluck yang memainkan lagu-lagu The Beatles. Disini semua orang goyang, dari tua hingga muda, pria maupun wanita. Show dibuka dengan
Twist and Shout yang langsung membuat suasana panas. Banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang datang bersama para sahabatnya dan bernyanyi bersama disini. Such a sweet reunion. Yang paling gw inget adalah 2 orang bapak dan 1 orang ibu yang nyanyi dan nari bersama sepanjang show sambil saling berangkulan. Di saat anak-anaknya hanya bengong melihat kelakuan orang tuanya semacam melihat sapi terbang. I wish could do something like that in the future.
Show terakhir yang kita tonton adalah
Soulvibe. Ada yang berbeda disini dibandingkan Soulvibe tahun lalu. Karena oh karena, gw mengidentifikasi gitaris baru mereka adalah gitaris The Trees and The Wild yang mana juga merupakan gitaris Tika and Dessidents yang kita tonton di JJF 2010. Jengjengjeng. IGA MASSARDI! Sori Soulvibe, gw hilang fokus atas performance dan lagu cinta kalian, karena ada gitaris kece favorit gw disana. MHUAHAHAHA!
This year I watched a lot of instrumental performers. Just the sound of music. I kinda like it, because sometimes the way you enjoy the music without words is a prove that music is a universal language.
That's it folks! My story for JJF 2012.
Adios!