Okay, after 1 depressing week in PANTURA, I planned to go to Surabaya to meet my aunties and uncles (Looking for a good food after 10 days full of fried fish in every meal).
Gw, Tya, dan Doni berangkat dari Paciran jam 7 pagi naik bus semacam metro mini tanpa AC, pintu terbuka, ngetem tiap belokan, berjalan selambat siput. Dibutuhkan waktu tempuh selama 3 jam untuk mencapai Terminal Osowilangun - Surabaya (seharusnya 2 jam). Dengan bantuan Google Map gw dan Tya melanjutkan perjalanan naik angkot ke rumah sodara gw di Jl. Kalasan 42 sedangkan Doni lanjut ke Terminal Bungurasih. Berhubung gw udah lama banget ga ketemu sodara yang disini (terakhir umur 4 tahun) gw gatau muka mereka seperti apa dan apa saja yang sudah terjadi. Untungnya om, tante, dan sepupu-sepupu gw sangat asik sampe gw males balik lagi ke Desa.
Setelah makan siang soto madura kita diajak jalan ke Tunjungan Plaza ditemanni tante Rudy, Dinda dan Ajeng (2 anak kembarnya).AAAAA~ the smell freshly brewed coffee and air conditioned room. Malamnya kita makan Tahu Campur yang paling terkenal se-Surabaya di Kalasan (sumpah ini enak banget). Sesampainya di rumah gw dihubungin Manit, sepupu gw yang kerja di Hard Rock Radio bahwa masih ada tiket untuk acara Euphoritmic di Grand City (Jazz Performance: The Groove feat. Kikan, Yuke, Saykoji, Andezzz, Kaka SLANK) yang langsung gw iyakan.
Sesampainya disana gw langsung beli tiket dan masuk venue. Ternyata setiap orang mendapatkan sebungkus rokok gratis (karena gw dateng bertiga otomatis dapet 3) yang dipaksa dibawa sama si SPG-nya. Kenapa gratis-nya rokok, kenapa gak coklat kek, wedang ronde kek, cowok berprospek kek. So, whoever need 3 packs of cigarettes just take it from me. Acara diawali dengan band pembuka yang membawakan lagu 'Alamat Palsu' dengan fusion jazz, dilanjutkan dengan stand up comedy oleh comic Mongol. Barulah The Groove muncul sambil memainkan lagu-lagu standard Jazz seperti Earth Wind and Fire sampai aransemen ulang 'Moves Like Jagger'. Seperti biasa The Groove selalu tampil memukau dengan energi dan aransemen maksimal. Kolaborasi diawali oleh Yuke (personil Drive), lalu Kikan yang membawakan lagu 'Karma' dengan tempo lambat dan beberapa lagu lainnya, Saykoji yang nge-rap di beberapa lagu, Andezzz memainkan medley hits dia (he looks so awesome and handsome with his turntables!) , dan akhirnya Kaka Slank yang menyanyikan hits-hits SLANK dengan nuansa yang jauh dari Rock. He is so awesome! Never in my slightest dream that I could watched him live (with all of the SLANKERS things).
Euphoritmic
Kaka SLANK
Keesokan hari-nya kita bertemu Reni dan Intan yang bertugas di Rembang dan Pati. Sambil makan siang di TP kita bertukar cerita bodoh yang terjadi selama 10 hari di Desa masing-masing yang kemudian secara impulsif memutuskan untuk nonton Mission Impossible 4 di Grand City. Terjadi kehebohan setelah kita pulang karena Reni dinyatakan menghilang di TP dan tidak bisa dihubungi. Membuat heboh keluarga-nya di Surabaya, Rembang, Bandung, dan keluarga gw di Kalasan. Untungnya dia ditemukan di dalam kantor polisi dan digosipkan sedang PDKT pada polisi yang dia pinjam HP-nya. Sungguh malam yang penuh kepanikan. Setelah kepanikan mereda kita makan malam rawon, tahu tek-tek, bakmi goreng, dan nasi goreng (it is so true when my mom told me I am getting fatter).
Awalnya kita berencana pulang minggu pagi, tapi Om Pudio dan Tante Rudy mengajak kita ke Madura melewati Jembatan Suramadu untuk makan Bebek di Bangkalan. Madura sungguh panas sekali tidak terperi. Gw bisa meleleh kalo tinggal disana. Tapi bebek goreng-nya enak banget. Setelah itu kita diantar kembali ke Terminal untuk pulang ke Paciran setelah sebelumnya dikasih buah tangan Sambal Bu Rudy oleh mbak Anggi.
Those times are remarkable. Thank you Tante Rudy, Om Pudio, Mbak Anggi, Manit, Dinda, Ajeng, Tante Teni dan keluarga, Om Lylik dan keluarga, dan Om Toto. I am so gonna miss Kalasan 42. I shall come again next time :)


bentar nti..gw ga ngerti bagian reni ngilang di TP terus di temukan di kantor polisi? kok bisaaaa?
ReplyDeletedoi janjian sama omnya di dpn pos polisi, terus dia jalan2 di TP dulu sambil nunggu dijemput. si om nya bingung reni ga ada di dpn pos dan gabisa dihubungin.
ReplyDeleteusut punya usut dia nungguin di dlm kantor polisi. padahal dia bawa 2 HP, dan dia lupa ga nuker sim card.